
BANDUNG BARAT (rq) – Institut Teknologi Bandung (ITB) melalui program Pengabdian Masyarakat Desanesha Skema Bottom-Up Tahap III tahun 2025 dengan judul “Edukasi Pengetahuan Mitigasi Bencana Kekeringan, Gempa, dan Longsor kepada Masyarakat Desa Mekarmukti, Kabupaten Bandung Barat “, dilaksanakan pada tanggal 12 Oktober hingga 28 November 2025.
Pengabdian masyarakat Desanesha (Bottom-Up tahap III) adalah program pengabdian masyarakat yang didasarkan pada inisiatif dari individu atau kelompok untuk berkomunikasi dengan para pakar ITB. Yang juga sebagai salah satu upaya ITB untuk membangun koordinasi dan komunikasi dengan pemerintah lokal.
ITB sejak tahun 2021 telah mengembangkan aplikasi berupa Desanesha. Melalui aplikasi Desanesha ini, para Kepala Desa di seluruh wilayah dapat melaporkan permasalahannya untuk kemudian ditindaklanjuti oleh dosen ITB dengan kepakaran terkait.
ITB melalui DPMK (Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Layanan Kepakaran) memberikan penugasan Kegiatan Pengabdian Masyarakat kepada tim yang terdiri dari 3 orang dosen Prodi Teknik Geofisika FTTM yaitu Prof. Dr. rer. nat. Ir. Wahyudi Widyatmoko Parnadi,M.S., Dr.Ir. Warsa, S.Si., M.T., Dr. Setianingsih, S.T, M.T.), satu dosen Prodi Fisika FMIPA yaitu Prof. Dr. Eng. Alamta Singarimbun, M.Si., serta 10 orang mahasiswa S1 Prodi Teknik Geofisika FTTM yang diantaranya, Saskia Frida Qurrota Ayun, Zakky Maulana, Silmi Sania Hermawardani, Ahmad Fauzan, Stefhen Vincensius Joses N, Muhammad Fikri Fahrezi, Luthfie Eka Surya Kelana, Widhah Farah Abdurrahman, dan Khadijah Nurul Mujahidah.
Pengabdian Masyarakat di Desa Mekarmukti
Desa Mekarmukti merupakan salah satu desa yang berada di wilayah administratif Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat. Secara historis, desa ini tergolong muda dan resmi berdiri pada tahun 1980 sebagai hasil pemekaran dari Desa Cihampelas.
Menurut Sekretaris Desa Mekarmukti, Yadi Damanhuri, ST, wilayahnya tersebut pernah mengalami kekeringan parah pada tahun 2021. Fenomena itu mengakibatkan sekitar 150 -200 hektare lahan pertanian tidak dapat digarap sama sekali.
“Hingga saat ini, masalah air bersih masih menjadi tantangan nyata bagi masyarakat. Selain masalah air bersih, Desa Mekarmukti juga memiliki kerentanan terhadap bencana alam, khususnya gempa bumi dan longsor. Beberapa bangunan milik warga mengalami retakan hingga kerusakan struktural yang cukup parah, termasuk fasilitas umum dan rumah tinggal,” jelasnya kepada tim PKM ITB saat melakukan sesi wawancara.
Dikatakannya juga, meskipun tidak terdapat laporan korban jiwa dalam kejadian tersebut, dampaknya tetap dirasakan secara luas oleh masyarakat, baik dari sisi ekonomi, psikologi, maupun kesiapsiagaan terhadap bencana.
Dengan adanya kegiatan ITB Pengabdian Masyarakat di Desa Mekarmukti, diharapkan dapat membantu mengatasi persoalan yang ada di desa, khususnya pemenuhan kebutuhan air bersih melalui Identifikasi Potensi Air Tanah dan Edukasi Mitigasi Bencana yang ada di wilayah Desa Mekarmukti. (ta)

