
CIREBON (rq) – Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, Lembaga Swadaya Masyarakat Cakrabuana Indonesia Bersatu (LSM CIB) menggelar kegiatan bakti sosial dengan membagikan paket sembako kepada anak yatim dan kaum dhuafa (jompo).
Kegiatan tersebut dilaksanakan di lingkungan blok Pecilon Duku Desa Sutawinangun, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, dan berlangsung dengan penuh khidmat serta disambut hangat oleh masyarakat setempat.
Acara digelar di Pendopo Sasmita, S.H., Laksamana Muda OSLA III (Purnawirawan), yang juga Sebagai Penasehat LSM CIB (Cakrabuana Indonesia Bersatu).
Suasana kebersamaan dan kekeluargaan terasa kuat saat bantuan disalurkan secara langsung kepada para penerima manfaat.
Salah satu warga penerima bantuan menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaannya. Dengan penuh haru, ia mendoakan agar Penasehat C.I.B Purnawirawan Sasmita, S.H., Laksamana Muda OSLA III, Ketua Umum Tato Miryanto, serta seluruh keluarga besar CIB, senantiasa dilimpahkan rezeki yang berkah dan selalu mendapatkan perlindungan dari Allah SWT.
Dalam sambutannya, Penasehat LSM CIB mengingatkan pentingnya menjaga nilai – nilai kebersamaan, saling menghargai, serta memperbanyak amal kebaikan menjelang Ramadan. Ia juga menekankan agar tidak memelihara penyakit hati seperti iri, dengki, dan kebencian.
“Ibarat kita mendatangi penjual ikan, maka kita akan ikut berbau amis. Lingkungan sangat memengaruhi kehidupan kita. Sebanyak apa pun harta yang dimiliki, jika hati dipenuhi penyakit, hidup kita tidak akan pernah tenang,” paparnya.
Beliau turut mengingatkan ajaran luhur Pangeran Cakrabuana sebagai warisan moral dan spiritual masyarakat Cirebon.
“Sebagaimana pesan Pangeran Cakrabuana, titip tajug lan fakir miskin. Jagalah hati dan ibadahmu dan jangan pernah melupakan kaum dhuafa. Keberkahan bukan hanya dari banyaknya harta, tetapi dari kepedulian terhadap sesama,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Umum CIB, Tato Miryanto, menegaskan bahwa penggunaan nama Cakrabuana dalam lembaga merupakan amanah besar yang harus dijaga dengan laku lampah dan akhlak yang baik.
“Pangeran Cakrabuana mengajarkan kita untuk berbudi pekerti luhur, mempersatukan perbedaan, serta menanamkan nilai tauhid dalam setiap langkah perjuangan. Jangan sampai kita membawa nama leluhur, tetapi meninggalkan ajarannya,” terangnya.
Ia juga mengutip nilai kehidupan yang menjadi pedoman perjuangan sosial LSM CIB yaitu :
“Urip iku kudu migunani tumraping liyan (hidup harus bermanfaat bagi orang lain). Jika ingin dimuliakan Allah SWT, maka muliakanlah sesama, kuatkan persaudaraan, dan bersihkan hati dari sifat iri dan dengki,” imbuhnya.
Melalui kegiatan berbagi tersebut, LSM Cakrabuana Indonesia Bersatu berharap dapat mempererat ukhuwah islamiah, menumbuhkan semangat kepedulian sosial, serta menghidupkan kembali ajaran luhur para pendahulu, sesepuh dan leluhur dalam kehidupan bermasyarakat.
“Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi agenda rutin tahunan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat iman, memperbanyak amal, serta menjaga amanah “titip tajug lan fakir miskin” dalam menyongsong bulan Ramadhan yang penuh berkah ini,” pungkasnya. (R01/by)

