
CIREBON (rq) – Persoalan sampah di beberapa wilayah di kabupaten Cirebon kembali mencuat. Sejumlah petugas pengangkut sampah di lingkungan masyarakat, mengaku bingung dan resah atas persoalan yang tengah terjadi. Pasalnya sampah di sejumlah Tempat Pemampungan Sampah (TPS) menggunung, tidak terangkut.
D (inisial) salah satu petugas sampah mengaku, kontainer sampah di sejumlah TPS penuh dan tidak terangkut, lantaran pembuangan sampah ke TPA Gunung Santri mengantri. Hal tersebut berdampak pada jadwal penarikan sampah di lingkungan masyarakat, karena kontainer di TPS penuh.
“Petugas sampah itu banyak yang kebingungan. Sampah di kontainer sudah penuh. Dampaknya sampah tertahan di gotrok (gerobak). Sampah yang di masyarakat akhirnya tidak terangkut. Banyak yang akhirnya komplain ke petugas. Kenapa tidak diangkut ?,” jelasnya, Rabu (14/1/2026).
Atas persoalan tersebut, pihaknya meminta kepada Dinas Lingkungan Hidup kabupaten Cirebon untuk menormalkan kembali jadwal pembuangan sampah di TPA Gunung Santri. Ia juga berharap kepada pemerintah Kabupaten Cirebon, khususnya Dinas Lingkungan Hidup, agar dapat segera menyelesaikan persoalan itu, supaya tidak terjadi penumpukan dan kendala di lingkungan masyarakat.
“Persoalan sampah ini tidak terlepas dari peran semua pihak. Tapi jangan korbankan kami juga yang di bawah pak. Kami itu bersentuhan langsung dengan masyarakat. Jadi kalau pengangkutan dirumahnya telat, pasti yang duluan di semprot masyarakat itu kami, petugas pengangkutnya yang di bawah pak. Kami mohon untuk segera dinormalkan kembali pak,” pungkasnya. (R01/ris)

