
BANDUNG BARAT (rq) – Air merupakan kebutuhan yang sangat penting dalam kehidupan. Karena tanpa adanya air, makhluk hidup tidak dapat bertahan hidup. Air tanah merupakan salah satu sumber kebutuhan air.
Menurut Sadjab, dkk (2012), air tanah tersimpan dalam suatu wadah (akuifer) yaitu formasi geologi yang jenuh air, yang mempunyai kemampuan untuk menyimpan dan meloloskan air dalam jumlah cukup.
Dalam upaya untuk mengetahui lokasi air tanah, penyelidikan melalui permukaan tanah atau bawah tanah sangatlah penting. Beberapa metode geofisika yang dapat digunakan yaitu metode gravitasi, metode magnet, metode seismik dan metode geolistrik. Pada pencarian sumber air tanah di Desa Mekarmukti metode yang dipilih adalah metode geolistrik.
Metode geolistrik dimaksudkan untuk memperoleh gambaran mengenai lapisan tanah di bawah permukaan dan kemungkinan terdapatnya air tanah pada kedalaman tertentu. Prinsip yang digunakan adalah arus listrik di injeksi ke dalam bumi melalui elektroda potensial. Dari pengukuran tersebut didapatkan variasi harga resistivitas listrik bawah permukaan titik ukur. Konfigurasi geolistrik yang digunakan pada kegiatan ini adalah konfigurasi shlumberger wenner.
Konfigurasi schlumber memiliki kelebihan resolusi vertikal yang lebih baik, sehingga efektif untuk menentukan kedalaman akuifer. Sementara konfigurasi wenner, unggul dalam pemetaan lateral dan mampu mendeteksi adanya non homogenitas lapisan pada permukaan.
Kegiatan pencarian sumber air tanah tersebut diawali dengan tahap persiapan yaitu menentukan daerah survei berdasarkan kondisi geografis, topografi, aksesibilitas, dan kebutuhan masyarakat setempat. Proses survei berlangsung cukup panjang, yaitu sejak 1 Juni hingga 6 Agustus 2025, hal tersebut dilakukan untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi desa dan potensi sumber air yang dapat dikembangkan.
Pada tahap berikutnya, penentuan lintasan pengukuran geolistrik, yaitu jalur – jalur yang akan digunakan dalam pemasangan elektroda. Penentuan lintasan tersebut menjadi langkah yang penting, karena memastikan data resistivitas bawah permukaan yang didapatkan mampu mencakup area prioritas secara representatif.
Jalur yang dipilih berdasarkan hasil observasi lapangan, kondisi permukaan, dan area yang dinilai memiliki peluang besar sebagai zona akuifer.
Pengukuran geolistrik dilaksanakan pada tanggal 12 Oktober 2025 dengan melibatkan Mahasiswa Teknik Geofisika ITB dari angkatan 2022 hingga 2024.
Pada kegiatan tersebut, tim melakukan akuisisi data pada lintasan sepanjang 170 meter dengan jarak elektroda (spacing) 3.5 meter. Kegiatan tersebut bekerjasama dengan PT. Prihaditama dengan menggunakan alat geolistrik tipe ARES dari perusahaan tersebut.
Kegiatan tersebut dimulai dengan membentangkan kabel dan menancapkan elektroda secara berurutan sesuai dengan spacing yang telah ditentukan. Setelah pemasangan selesai, dilakukan kalibrasi alat guna memastikan pembacaan berada dalam kondisi optimal.
Setiap parameter pengukuran dicatat secara teliti, termasuk koordinat, kondisi medan dan catatan khusus seperti keberadaan batuan keras atau sumber air dangkal, yang dapat mempengaruhi hasil. Ketelitian pencatatan tersebut menjadi aspek penting dalam menjamin kualitas data, sebelum masuk pada tahap pemrosesan.
Data yang didapatkan dari pengukuran ini diolah menggunakan perangkat lunak Res2Dinv untuk menghasilkan model distribusi litologi bawah permukaan. Hasil pemodelan tersebut nantinya akan digunakan sebagai dasar rekomendasi lokasi pengeboran sumur air tanah. Sehingga proses pengelolaan sumber air dapat dilakukan lebih efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan bagi Desa Mekarmukti. (ta)

